Hai, rindu. Apa kabar kamu di sana? Indahkah hari-harimu? Senyummu masih semerekah dulu? Tak ada goresan sedih kan di sana? Tanganmu masih senyaman dulu, untuk digenggam? Bibirmu masih semanis dulu? Matamu masih dengan kemisteriusannya? Adakah yang meletakkan lelahnya dibahumu sekarang, siapa? Kenapa kamu tak menjawab satu pun pertanyaanku? Kamu mempermaikanku? - (Hei! Kapan kamu menghampiri bayanganmu? Aku sudah lelah berbicara dengannya. Segera datang dan jawab pertanyaanku!)
Monday, June 30, 2014
Thursday, May 22, 2014
Kamu mengecewakan
Kamu pergi, aku akan pergi. Kamu datang, aku akan datang. Aku tak menyianyiakanmu. Kamu yang menyianyiakanku. Kamu yang tak yakin atas semua perasaan yang aku punya. Apa kau tak melihat seberapa kuat aku bertahan di sini, menunggumu. Kamu mengecewakan.
Kamu mengecewakan
Kamu pergi, aku akan pergi. Kamu datang, aku akan datang. Aku tak menyianyiakanmu. Kamu yang menyianyiakanku. Kamu yang tak yakin atas semua perasaan yang aku punya. Apa kau tak melihat seberapa kuat aku bertahan di sini, menunggumu. Kamu mengecewakan.
Thursday, April 17, 2014
Apa maksudmu, sayang?
Bertahan dengan keadaan seperti itu tak mudah sayang. Bertahan, sedangkan kau telah menyuruhku untuk pergi dan melepaskanku.
Aku di sini cukup bertahan untukmu. Meskipun semuanya terasa sia-sia. Percuma.
Dan saat aku mulai terbiasa melepasmu perlahan, kau kembali mencariku lagi. Apa maksudmu sayang?
Sunday, April 6, 2014
Aku cemburu!
Aku cemburu!
Mereka bisa tertawa bersamamu. Aku? Mereka bisa menyentuhmu, bergurau, bercakap, bertatap, aku? Tak ada yang bisa aku lakukan selain memandang wajahmu dari sini. Berharap kau sadar, aku sangat mencemburui mereka! Aku rindu kamu! Aku cemburu! Dengar?!
Merindu
Apa salahnya merindu? Mengapa merindu itu menyakitkan? Bagaimana rindu bisa mengubah dirinya menjadi beban? Kapan rindu usai? Di mana harus ku luapkan rindu? Siapa yang tak pantas ku rindukan? Kamu. Mustahil.
Wednesday, March 19, 2014
Takut
Kamu terlalu abu-abu.
Terkadang, kamu memberi perhatian lebih. Tapi, ada kalanya, sifat tak pedulimu muncul. Aku takut jika terus memperjuangkanmu. Aku takut jika terus mengingat kisah kita dulu, aku takut kisah itu akan membuatku kembali merasakan luka. Bukan maksudku untuk terus diam, aku hanya takut untuk berjuang sendirian.