Mungkin salah perasaanku yang masih menyimpan semuanya, hingga sangat terasa sakit saat kau memperlihatkan perilaku yang sangat aku benci dan kamu tau itu. Mungkin kau terkejut saat aku berkata kasar padamu, tapi ini respon yang spontan dariku. Ini tulus. Sakit aku melihat hal itu. Maaf ucapanku yang kasar bagimu. Yang mendengar pun menghakimiku jika aku salah.
Tak ada maksud untuk mengusirmu seperti itu. Tapi entah kenapa, aku sangat membenci perilakumu itu. Mungkin karena masih ada sedikit harapan di sini. Mungin juga kau masih menjadi tokoh utana di hatiku. Maaf, aku tak bisa mengatur perasaanku yang liar ini. Maaf, itu saja :')
Saturday, July 6, 2013
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment